Rabu, 19 April 2017

Bobroknya Moral Negeriku



Bobroknya Moral Negeriku



 
Generasi muda adalah tulang punggung bangsa, yang diharapkan di masa depan mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini agar lebih baik. Sudah sepantasnya yang tua akan digantikan yang muda, yang patah akan diganti dengan tunas baru untuk terus berkembang sehingga siklus perkembangan berjalan secara hukum alam dan kodrati.
           
Sudah menjadi kewajiban bagi generasi muda untuk siap melanjutkan bahkan mengembangkan apa yang sudah dilakukan oleh para pejuang terdahulu.

            Generasi muda yang mempunyai moral atau akhlaq merupakan konsekuensi yang harus ada apabila sebuah negara ingin maju dan berkembang. Tidak akan mungkin negara bisa berkembang apabila generasi muda tersebut tidak memiliki akhlaq yang mulia justru malah mengedepankan keinginan daripada kebutuhan.

Tetapi akhir- akhir ini bangsa Indonesia sedang dihadapkan oleh permasalahan krisis moral yang semakin memprihatinkan yang terjadi dikalangan generasi muda bangsa. Maraknya kenakalan yang dilakukan oleh remaja yang masih duduk di bangku sekolah, seperti membolos, menyontek, pergaulan bebas, dan perilaku menyimpang lainnya merupakan bukti dengan rusaknya moral dan akhlaq generasi muda, maka secara perlahan akan merusak tatanan suatu bangsa dan tinggal menunggu “KEHANCURAN”

            Allah jelas telah mengingatkan kita bahwa hancurnya bangsa diakibatkan oleh rusaknya moral dan akhlaq pemudanya yang mengabaikan Al-Qur’an dan Hadistnya akan memberikan dampak ketersesatan dan kehancuran manusia. Rasulullah SAW  juga pernah mewasiatkan kepada umatnya bahwa kokohnya kehidupan bangsa tergantung kepada moral dan akhlaq generasi muda yang ada dalam bangsa tersebut. Apabila generasi muda berada dalam lembah kenistaan maka kehancuran bangsa menjadi konsekuensi yang harus diterima.

            Teknologi berperan besar dalam pembentukan budaya masyarakat dan proses peniruan gaya hidup, tidak mengherankan pada masa sekarang adanya perubahan cepat dalam Teknologi informasi menimbulkan pengaruh negatif, meskipun pengaruh positifnya masih terasa. Teknologi dipandang sebagai pedang yang bermata dua. Sebagai malaikat penyelamat yang mempermudah urusan semua manusia, atau sebaliknya malah menjadi roh jahat yang mengganggu kehidupan manusia. Sehingga kita harus dapat menggunakan teknologi dengan maksimal.

            Terjadinya penurunan moral pada hakikatnya juga tidak terlepas dari faktor Internal (Keluarga) karena di dalam keluargalah faktor utama yang dapat mengendalikan anak tersebut. Seorang anak juga harus dikontrol dalam artian tetap membimbing bukan berarti membatasi setiap gerak laku anak tersebut tetapi hanya mengontrol tentang pergaulan  yang semakin bebas di era globalisasi ini. Jadi peran orang tua pun sangat dibutuhkan dalam pembentukan moral dan karakter anak di masa yang akan datang.

            Budaya Islam sebagai budaya yang harus dikembangkan dan dijadikan sebagai ukuran atau filter itu dilupakan bahkan dilecehkan. Kini generasi muda sudah kehilangan takaran iman yang bisa menepis pengaruh budaya luar yang mampu merusak kepribadian kita  sebagai bangsa Indonesia. Generasi muda kita banyak kehilangan arah dan tersesat dalam area yang sangat berbahaya dan cenderung hanya masalah nafsu.

            Meningkatkan keimanan di era globalisasi ini sangatlah diperlukan. Karena sekuat apapun iman seseorang terkadang akan mengalami naik turun. Ketika tingkat keimanan seorang menurun, potensi kesalahan terbuka lebar. Hal ini sangat berbahaya bagi moral. Jika dibiarkan tentu akan membuat masalah semakin kronis dan akan menimbulkan kerusakan moral. Maka dari itu kita harus senantiasa mengingat kepada Allah. Bertaqwa, menjalankan segala perintahNya serta meninggalkan semua laranganNya.

            Kita sebagai manusia yang telah diberi akal dan fikiran oleh sang Maha Kuasa, maka kita pergunakan dengan maksimal. Kita harus berfikir cerdas tentang bagaimana cara menjalankan suatu hal agar dapat menimbulkan efek yang baik bagi kita. Terutama dalam memilih hal yang kita sukai seperti trend masa kini, idola, dan lain sebagainya.
            Mau jadi apa bangsa ini jika generasi penerusnya saja bobrok seperti ini ?
Apa jadinya kedepan nanti jika kelakuan remajanya jauh dari norma-norma, baik hukum, agama, dan sosial ?

Apa yang harus kita lakukan untuk menciptakan generasi muda yang berkualitas dan memiliki moral / akhlaq yang mahmudah ?

(Ros)

2 komentar:

  1. Bagus artikelnya mbak. semoga menjadikan cermin untuk anak muda saat ini. aku tunggu artikel2 ya mbak. harus lebih memotivasi dan membangun :D

    BalasHapus
  2. Terimakasih telah berkunjung dan berkenan membaca artikel saya.. Semoga bisa memberikan motivasi bagi anak muda saat ini..

    BalasHapus

Bangkitnya Gairah Juang Santri

Bangkitnya Gairah Juang Santri Antusiasme masyarakat  terhadap penetapan Hari Santri Nasional terlihat begitu fantastis. Momentum i...