Bobroknya Moral Negeriku
Generasi muda adalah tulang punggung bangsa, yang diharapkan di masa depan
mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini agar lebih baik. Sudah
sepantasnya yang tua akan digantikan yang muda, yang patah akan diganti dengan
tunas baru untuk terus berkembang sehingga siklus perkembangan berjalan secara
hukum alam dan kodrati.
Sudah menjadi kewajiban bagi generasi muda untuk siap melanjutkan bahkan
mengembangkan apa yang sudah dilakukan oleh para pejuang terdahulu.
Generasi muda yang mempunyai moral atau akhlaq merupakan
konsekuensi yang harus ada apabila sebuah negara ingin maju dan berkembang.
Tidak akan mungkin negara bisa berkembang apabila generasi muda tersebut tidak
memiliki akhlaq yang mulia justru malah mengedepankan keinginan daripada
kebutuhan.
Tetapi akhir- akhir ini bangsa Indonesia sedang dihadapkan oleh
permasalahan krisis moral yang semakin memprihatinkan yang terjadi dikalangan
generasi muda bangsa. Maraknya kenakalan yang dilakukan oleh remaja yang masih
duduk di bangku sekolah, seperti membolos, menyontek, pergaulan bebas, dan
perilaku menyimpang lainnya merupakan bukti dengan rusaknya moral dan akhlaq
generasi muda, maka secara perlahan akan merusak tatanan suatu bangsa dan
tinggal menunggu “KEHANCURAN”
Allah jelas telah mengingatkan kita bahwa hancurnya
bangsa diakibatkan oleh rusaknya moral dan akhlaq pemudanya yang mengabaikan
Al-Qur’an dan Hadistnya akan memberikan dampak ketersesatan dan kehancuran
manusia. Rasulullah SAW juga pernah
mewasiatkan kepada umatnya bahwa kokohnya kehidupan bangsa tergantung kepada
moral dan akhlaq generasi muda yang ada dalam bangsa tersebut. Apabila generasi
muda berada dalam lembah kenistaan maka kehancuran bangsa menjadi konsekuensi
yang harus diterima.
Teknologi berperan besar dalam pembentukan budaya
masyarakat dan proses peniruan gaya hidup, tidak mengherankan pada masa
sekarang adanya perubahan cepat dalam Teknologi informasi menimbulkan pengaruh
negatif, meskipun pengaruh positifnya masih terasa. Teknologi dipandang sebagai
pedang yang bermata dua. Sebagai malaikat penyelamat yang mempermudah urusan
semua manusia, atau sebaliknya malah menjadi roh jahat yang mengganggu
kehidupan manusia. Sehingga kita harus dapat menggunakan teknologi dengan
maksimal.
Terjadinya penurunan moral pada hakikatnya juga tidak
terlepas dari faktor Internal (Keluarga) karena di dalam keluargalah faktor
utama yang dapat mengendalikan anak tersebut. Seorang anak juga harus dikontrol
dalam artian tetap membimbing bukan berarti membatasi setiap gerak laku anak
tersebut tetapi hanya mengontrol tentang pergaulan yang semakin bebas di era globalisasi ini.
Jadi peran orang tua pun sangat dibutuhkan dalam pembentukan moral dan karakter
anak di masa yang akan datang.
Budaya Islam sebagai budaya yang harus dikembangkan dan
dijadikan sebagai ukuran atau filter itu dilupakan bahkan dilecehkan. Kini
generasi muda sudah kehilangan takaran iman yang bisa menepis pengaruh budaya
luar yang mampu merusak kepribadian kita
sebagai bangsa Indonesia. Generasi muda kita banyak kehilangan arah dan
tersesat dalam area yang sangat berbahaya dan cenderung hanya masalah nafsu.
Meningkatkan keimanan di era globalisasi ini sangatlah
diperlukan. Karena sekuat apapun iman seseorang terkadang akan mengalami naik
turun. Ketika tingkat keimanan seorang menurun, potensi kesalahan terbuka
lebar. Hal ini sangat berbahaya bagi moral. Jika dibiarkan tentu akan membuat
masalah semakin kronis dan akan menimbulkan kerusakan moral. Maka dari itu kita
harus senantiasa mengingat kepada Allah. Bertaqwa, menjalankan segala
perintahNya serta meninggalkan semua laranganNya.
Kita sebagai manusia yang telah diberi akal dan fikiran
oleh sang Maha Kuasa, maka kita pergunakan dengan maksimal. Kita harus berfikir
cerdas tentang bagaimana cara menjalankan suatu hal agar dapat menimbulkan efek
yang baik bagi kita. Terutama dalam memilih hal yang kita sukai seperti trend
masa kini, idola, dan lain sebagainya.
Mau jadi apa bangsa ini jika generasi penerusnya saja bobrok
seperti ini ?
Apa jadinya kedepan nanti jika kelakuan remajanya jauh dari norma-norma,
baik hukum, agama, dan sosial ?
Apa yang harus kita lakukan untuk menciptakan generasi muda yang
berkualitas dan memiliki moral / akhlaq yang mahmudah ?
(Ros)

Bagus artikelnya mbak. semoga menjadikan cermin untuk anak muda saat ini. aku tunggu artikel2 ya mbak. harus lebih memotivasi dan membangun :D
BalasHapusTerimakasih telah berkunjung dan berkenan membaca artikel saya.. Semoga bisa memberikan motivasi bagi anak muda saat ini..
BalasHapus